Berikut beberapa tulisan sederhana yang pernah aku postingkan.Untuk membaca klik pada judul tulisan tersebut. Moga ada manfaatnya:
54.Kelenjar Endokrin
53.Sistem Eksresi
52.51.Sistem Koordinasi
51.Panca Indra
50.Jaringan Tumbuhan
49.48. Struktur Sel
48.47. Ketrampilan dasar Pembelajaran Terpadu
47.Prosedur Pembelajaran Terpadu
46.Konsep dasar Pembelajaran Terpadu
45.KORELASI POSITIF WAKTU DAN HASIL TES DALAM KEGIATAN UJIAN
44. Sistem peredaran darah
43. Sistem respirasi
42. Makanan dan sistem pencernaan
41. Jaringan hewan
40. Menyesuaikan gaya mencatat dengan gaya mengajar guru
39. Bijak Memberi Pujian
38. Mengubah Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Kompos dengan Keranjang Takakura
37. Berkomitmen..Mudah tapi Berat (?)
36. Bioplastik, Apa, Dan Mengapa ?
35. Kumpulan soal Try Out SMA Kab. Pontianak
34. Apa Yang hilang dalam pendidikan kita?
33. Ingin Kuliah???
32. Seputar UNAS 2010 SMA
31. Citizen Law Suit UNAS
30. Meningkatkan Proses dan hasil Belajar dengan Lesson Study
29. Membangun karakter melalui pendidikan
28. Birulwalidain (Berbakti kepada kedua orangtua)
27. Kesehatan Jiwa "Memaafkan"
26. Keadilan Seorang Pemimpin
25. Negeri Ku Oh negeri Ku ...
24. Belajar Internet, Kerjasama PT Telkom Mempawah-Lab.Komp.SMA 2 MPW.
23. Pemimpin Yang Baik
22. Memupuk Kreativitas
21. Software Zakat Mal
20. Mental Juara, Dedeh Mintarsih, SMA 2 Mempawah
19. Mengenali simbol segitiga pada bahan plastik
18. Software penulis Al-Qur'an Ms Word
17. Belajar Internet dengan teman-teman dari SD
16. Sosialisasi Internet mobile, kerjasama telkomsel dan Lab.Komp SMANDA
15. Manfaat kelopak bunga rosella
14. Uji kemampuan logika
13. Multi kecerdasan
12. Gaya belajar siswa : Dedeh M
11. Silabus dan RPP SD
10. Membangun kepercayaan diri siswa saat hadapi UN
9. Membangun visi siswa
8. Interpretasi hasil analisis soal dengan ITEMAN
7. Analisis butir soal PG dengan ITEMAN
6. Analisis butir soal Pilihan Ganda (PG) secara manual
5. Membangun motivasi prestasi
4. Pos Unas 2008/2009
3. Silabus dan RPP SMP
2. Peresmian Speedy SMANDA oleh Ketua Komite
1. Kebijakan UN SD 2008
6/10/2009
Daftar Beberapa Tulisanku
Ucapan Syukur
Alhamdulillah, setelah sekian lama berkutat dengan dunia maya, maka blog sederhana ini pun dapat saya wujudkan. Keberadaan blog ini terinspirasi dari suatu keinginan agar dapat berbagi pengalaman dengan mengungkapkan semua uneg-uneg ke teman-teman lain. Selain itu untuk para siswaku melalui blog ini harapan saya kalian bisa belajar dengan semboyan miliknya coca cola "dimana saja dan kapan saja" .
Khusus untuk kawan-kawan Biologi UNPAD (keguruan), selamat berjuang ya....
Semoga ada manfaatnya.
5/07/2009
Manfaat Kelopak Bunga Rosella

Ir. Didah Nurfarida MSi, periset Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor.
Menemukan kandungan antioksidan pada tea kelopak merah pada 2006. Jumlahnya 1,7 mmmol/prolox, lebih tinggi di banding kumis kucing yang antioksidannya teruji klinis meluruhkan batu ginjal.Jumlah antioksidan itu diperoleh dengan menggerus 3 kuntum rosella menjadi 1,5g bubuk dan diberi air 200ml. Hasilnya dimasukkan ke spektrofotometer. Alat itu menganalisis seluruh kandungan kimia berdasarkan panjang gelombang yang dibiaskan larutan.”Dengan adanya antioksidan, sel-sel radikal bebas yang merusak inti sel dapat dihilangkan,” kata Didah. Itu sebabnya rosella memiliki efek antikanker. Yang paling berperan adalah antosianin. Antosianin pigmen tumbuh berperan menjaga dari kerusakan sel akibat penyerapan sinar ultraviolet berlebih.
John Mcintosh, periset Institute of Food Nutrition and Human Health, Massey University, Skotlandia.
Meneliti kandungan antioksidan ...
dengan mengekstrak rosella dengan mengeritingkan kelopaknya pada suhu 50C selama 36 jam. 3gr oseile rouge sebutan rosella di Perancis hasil pengeringan diencerkan dalam 300ml air. Larutan itu dimasukkan ke tabung spektrofotometer. Hasilnya rosella mengandung 51% antosanin, sedangkan antioksidannya 24%.
Yun-Ching Chang, Institute of Biochemistry and Biotechnology, Chung San Medical University, Taiwan.Menguji efektivitas antosianin rosella untuk menghambat sel kanker darah atau leukemia. Ternyata pigmen alami dari Hibicus Sabdariffa tak hanya menghambat pertumbuhan sel kanker HL-60, tetapi juga mematikannya. Dosis yang diberikan hanya 0-4 mg/ml rosella. Antosianin yang berpengaruh diberi nama delphinidin 3-sambubioside.
Abd Al-Aziz Sharaf, Institute of African and Asian Studies, Sudan Research Unit. Khasiat kelopak zuring sebutan rosella dalam bahasa Belanda untuk hipertensi dibuktikan kelopak bunga rosella bersifat hipotensif,antihipertensi dan antikejang pernapasan.
M. Haji Faraji dan A.h. Haji Tarkhani, Shaheed Beheshti University of Medical Sciences and Health Sevices, Teheran, Iran.
Menguji dengan 54 pasien bertekanan darah tinggi di Tehran’s Shariati Hospital dihitung tekanan diastolic dan sistoliknya 15 hari sebelum dan sesusudah pengujiaan. Pasien diberikan konsumsi secangkir the seduhan 3 kuntum bunga rosella. Setelah 12 hari, nilai sistolik pasien rata-rata turun 11,2%, tekanan sistolic turun 7,9%, diastolic 5,6%. Itu membuktikan rosella memang berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi.
Vilasinee Hirunpanicha, Department of Pharmacology, Faculty of Pharmacy, Mahidol University, Thailand. Khasiat antikolesterol dari tea rosella diuji dengan tikus berkolesterol tinggi. Selama 6 minggu, tikus yang dibagi menjadi 3 kelompok itu masing-masing diberi 1.000mg dan 500mg rosella per kg bobot tubuh, dan air mineral.Hasilnya serum kolesterol menurun 22% untuk ekstrak rosella 500mg/kg dan 26% untuk 1.000mg/kg bobot. Penurunan juga terjadi pada serum trigliserida sebanyak 33% dan 28% serta serum low density lipoprotein (LDL) level sebanyak 22% dan 32%.
Dr. Paulus Tribata Budiharjo M Th MM,di Argowisata Pantai Glagah.
Tanaman rosella punya segudang manfaat dan berkhasiat sebagai tanaman obat. Kelopak bunga misalnya, bisa dimakan sebagai salad. Juga bisa diolah sebagai penyedap kue,selain itu sering dipakai dalam pembuatan jeli, sup, saus, asinan, pudding. Juga bisa untuk member warna dan rasa pada tea hijau, serta dapat dipanggang dan dipakai sebagai pengganti kopi.
Herrera Arellano, Pusat Penelitian Biomedis di Meksiko
Mereka melakukan pengamatan pada 75 pasien (usia 30-80 tahun ) yang didiagnose menderita hipertensi. Hasilnya, hibiscus sabdarita mampu menurunkan tekanan darah sistolik dari 139.05 menjadi 123.73mm Hg. Sedangkan tekanan darah diastolic turun dari 90.81 menjadi 79.52mm Hg. Dosis pemakaian 10g kelopak bunga rosella dicampur 0,5 l air, diminum sehari sekali sebelum sarapan.
Kirdpon S, Fakultas Kedokteran Universitas Khon Kaen, Thailand.
Meneliti bahwa tea rosella mampu mencegah batu ginjal ini dibuktikan dengan mengevaluasi perubahan kandungan kimia air seni sebelum dan sesudah mengkonsumsi tea rosella pada 36 pria.Hasilnya konsumsi jus tea rosella menurunkan kadar keratin, asam urat, sitrat, tartrat, kalsium, sodium, dan fospat.
Diposkan oleh Keajaiban Tanaman Obat Tradisional di 17:32
dikutip dari http://tearosella.blogspot.com/2009/3/hasil-penelitian-teh-rosella.html
4/28/2009
Membangun Kepercayaan Diri Siswa Saat Hadapi UN
1. Bimbingan Belajar yang Intensif (bukan frekwensi tatap muka, tetapi kualitas materi). 2. Lengkapi Koleksi Bahan Ajar. 3. Berikan materi ajar lebih (pendalaman materi). 4. Pahami SKL (Standar Kompetensi Lulusan) dengan seksama. 5. Manfaatkan Teknologi dan Komunikasi Global 6. Jangan Menakuti Siswa Berlebihan 7. Berikan Succes Story Process 8. Ajak berfikir kritis dan jernih 9. Jalin komunikasi Intensif dengan Orangtua Siswa 10. Berserah diri pada-Nya
Ujian nasional 2009 SMA/MA/SMK telah berlalu beberapa hari, namun masih terasa hingga saat ini bagaimana kegelisahan para siswa kala itu.
Berbagai usaha mereka tempuh. Usaha yang sifatnya mandiri dapat kita lihat dari banyaknya kegiatan les yang mereka ikuti di berbagai lembaga kursus. Belum lagi usaha yang dilakukan oleh sekolah dengan les-lesnya yang dilakukan secara intensif.
Sungguh membuat hati kita trenyuh… betapa perjuangan mereka begitu keras untuk memperoleh suatu predikat dan prestasi “lulus UN”
Namun apa yang terjadi ketika pelaksanaan ujian akan dilaksanakan? Ternyata peningkatan kecemasan pada siswa berada pada kondisi yang mengkhawatirkan. Inilah kemudian yang menyebabkan munculnya perilaku-perilaku irrasional pada siswa ...
peserta UN. Mereka lebih percaya pada beredarnya SMS yang berisi kunci jawaban soal UN yang tidak jelas sumbernya ketimbang percaya terhadap apa yang telah mereka peroleh selama ini dari sekolah maupun lembaga-lembaga kursusnya. Ironis dan menyedihkan . Lalu apa yang salah selama ini? Kenapa kepercayaan diri pada siswa begitu cepatnya merosot?
Untuk dapat menjawab masalah ini tentu kita harus berfikir secara menyeluruh. Artinya tidak semata-mata kita melihat dari kacamata siswa, tetapi juga dari sisi gurunya. Boleh jadi siswa kurang sepenuhnya yakin akan kemampuan analisis pengajarnya terhadap tips dan trik mneghadapi UN.( maaf tidak bermaksud meremehkan kemampuan guru)
Ujian nasional merupakan pesta akhir tahun bagi para siswa kelas 12 atau 9 atau 6, dan ini selalu berulang. Tentu kita tidak ingin melihat kecemasan itu berulang pada siswa kita bukan?
Apa langkah yang akan kita berikan pada para siswa sehingga rasa percaya dirinya dalam menghadapi UN meningkat dan tidak mudah terpengaruh.
Berikut beberapa tips yang mungkin dapat membantu :
Bimbel sebenarnya harus mampu menjadi sarana untuk lebih mengintensifkan proses penguasaan materi ajar. Namun dalam kenyataannya, masih sedikit yang arahnya sepeti itu. Bahkan di beberapa sekolah yang masih dalam pengamatan saya, kegiatan ini malah disalah gunakan oleh para siswa. Kegiatan ini lebih banyak digunakan untuk “mejeng” dengan menampilkan berbagai gaya fashionnya. Akibatnya bukan nuansa bimbel yang dirasakan tetapi lebih cenderung pada nuansa fashion show. Sekolah yang masih mendapati perilaku siswa seperti ini harus lebih tegas dalam menerapkan aturannya. Kalau perlu saat bimbel ditetapkan ketentuan seragamnya.
Untuk meningkatkan layanan pada siswa terkait dengan bahan/materi belajar tidak cukup rasanya kalo hanya mengandalkan sedikit referensi. Semakin banyak referensi yang digunakan akan semakin lengkap bahan yang dapat diberikan kepada para siswa. Tentu hal ini akan memberikan dampak positif lebih kepada mereka.
Perlu dimaklumi bersama bahwa pembuat naskah soal UN bukan guru yang mengajar di kelasnya. Kita para guru hanya diberikan rambu-rambu materi dan ruang lingkup soal dalam bentuk SKL. Referensi mana yang dipakai pembuat soal kita semua tidak tahu secara pasti. Kita hanya tahu bahwa kurikulum yang digunanaknya saja. Selebihnya tidak dapat tahu.
Ibarat seorang guru karate. Jangan ada jurus yang masih disimpan. Berikan semua jurus yang kita miliki kepada murid-murid kita, karena kita tak akan pernah tahu jurus ke berapa sseeorang akan menyerang murid kita. Inilah analogi siswa ketika menghadapi UNAS.
Seorang guru yang bijak, tentu akan memberikan materi ajar yang tidak semata-mata hanya mengandalkan apa yang terdapat dalam buku referensi yang ada di tangannya, tetapi harus lebih banyak menggali informasi-informasi terkait dengan mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya.
Dalam setiap menghadapi UN, pemerintah, dalam hal ini Depdiknas telah memberikan rambu-rambu yang berupa SKL. Bahan ini tidak semata-mata untuk kepentingan siswa tetapi lebih diperuntukkan bagi guru dalam mengarahkan bagaimana siswa mempelajari suatu materi bahan ajar yang akan diujikan kelak. Jadi SKL harus menjadi pedoman bagi seorang guru.
Tidak mudah memang untuk sampai pada pemahaman ini. Perlu dilatih, perlu ketelitian dan juga kejelian. Dan inimerupakan bagian yang sangat penting, mengingat di dalam SKL tersebut sebenarnya telah tersirat soal-soal UN yang akan diujikan.
Dengan semakin majunya dunia teknologi, komunikasi secara global akan semakin mudah dan lancar. Semua informasi akan mudah kita hadirkan dihadapan kita. Dunia kependidikan kita saat ini telah memberikan ruang yang cukup bagi para guru untuk saling berkomunikasi, untuk saling berbagi dalam berbagai hal termasuk bagaimana membantu para siswa menghadapi UN. Disini kita dapat memperoleh dan berbagi soal misalnya. Di sini kita dapat berbagi pengalaman, dll.
Sering kita temukan di sekolah-sekolah untuk lebih meningkatkan partisipasi belajar siswanya… tidak sedikit yang menggunakan warning tentang sulitnya UN.
Kalau itu mau dijadikan satu dari sebagian model untuk meningkatkan kesungguhan belajar siswa dan masih dalam batas toleransi … tidak masalah. Tapi jika model itu selalu disuguhkan pada para siswa…wah itu yang berbahaya.
Setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda beda dalam menanggapi setiap warning dari sekolahnya. Ada diantara mereka yang karena ingin membuktikan kemampuannya ia bangkit terpacu untuk membuktikan bahwa ia bisa. Namun tidak sedikit yang malah kemudian putus asa menanggapi warning itu. Nahk karena jumlah kelompok kedua ini lebih dominan, maka hati-hatilah memberikan warning seperti itu.
Sering kita kurang memperhatikan lingkungan sekitar dengan cermat, padahal di situ tidak menutup kemungkinan akan ditemukannya pelajaran-pelajaran berharga secara langsung. Kesuksesan-kesuksesan seseorang tidak datang serta merta. Semua dilakoninya dengan proses panjang. Perjuangan yang berat. Berikan kepada siswa cerita-cerita perjuangan mereka hingga menjadi sukses. Ajak para siswa memahami proses menjadi sukses. Bukan mengajak melihat kesuksesannya.
Kondisi anak saat menghadapi pelaksanaan ujian kurang lebih risaunya sama seperti saudara kita di Situ Gintung saat menerima cobaan beberapa waktu lalu. Bisa kita bayangkan kondisi kejiwaan mereka saat itu. Tidak heran jika saat itu kita menjumpai diantara warga yang irrasional dalam melewati situasi yang menimpanya. Mengapa? Ya… kemungkinan jawaban yang dapat kita berikan adalah karena ketidaksiapan menghadapi cobaan yang datang tiba-tiba. Sekali lagi ketidaksiapan ketika itu. Situ gintung… kejadiannya mendadak dan begitu cepat.
Bagaimana dengan para siswa? Siapkah mereka secara fisik dan psikisnya? Atau hanya kesiapan semu?
Sekiranya mereka siap dalam arti yang seutuhnya, tentu dia tidak mudah terpengaruh dengan berbagai isu yang tidak jelas datang dan juntrungannya. Tidak mudah terpengaruh dengan beredarnya SMS liar yang berisi jawaban UN.
Mengapa hingga saat ini masih banyak yang percaya akan hal itu dan malahan masih banyak yang mengandalkan hal itu untuk menghadapi UN? Sungguh ironis bukan?
Oleh karenanya, kita sebagai guru harus mampu membangunkan dan mengembangkan rasa percaya diri bagi setiap siswa kita. Jangan terulang, UN tercoreng karena siswa mengharapkan beredarnya SMS gelap. Kependidikan di negeri ini bukan dibangun dengan pondasi SMS, tetapi dibangun dengan akal dan pemikiran jernih serta rasional.
Sekolah dalam melayani siswa kurang dari 9 jam setiap harinya, tentu hal ini kurang cukup untuk memantau semua aktivitas siswa. Oleh karenanya kumunikasi yang baik dengan pihak orangtua baik komunikasi yang bersifat kelembagaan maupun non kelembagaan harus ditingkatkan. Kondisi anak dalam situasi apa pun harus diketahui para orangtua. Terlebih jika siswa dalam kondisi bermasalah.
Setelah semua ihtiar diupayakan sedemikian rupa, tentu sebagai makhluk yang berkeTuhanan, sudah seharusnya semua itu kita serahkan kepadaNya. Kita hanya bergerak pada dimensi usaha, Allah lah yang berada dimensi pemberi keputusan.
Wallahu’alam
Ismail-Dedeh
3/27/2009
Membangun Visi Siswa
1. Orang yang tidak memiliki visi, mereka ini pengembara. 2. Orang yang memiliki visi, tetapi tidak mampu untuk mewujudkannya sendiri. Mereka ini dikelompokkan sebagai pengikut. 3. Orang yang memiliki visi dan mengejarnya. Mereka ini termasuk manusia peraih prestasi. 4. Orang yang memiliki visi, mengejarnya, dan membantu orang lain melihatnya. Nah tingkatan ini merupakan tingkatan yang tidak semua orang bisa untuk melakukannya. Karena mereka ini adalah tipe pemimpin (bukan pimpinan).
Setelah lembar halaman demi lembar halaman buku ESQ saya bolak balik dan saya baca, sampailah saya menemukan halaman yang sungguh menyentuh hati saya. Halaman itu membahas tentang pengelompokan manusia menurut visinya. Sungguh kaget memang. Rasa tak percaya… namun setelah saya merenung lebih dalam ternyata apa yang saya rasakan tadi sungguh diluar dugaan… semuanya itu ada di sekitar saya. Dan dari tulisan itu pula kemudian saya mencoba merenung lebih jauh lagi, lalu koreksi pada diri sendiri… termasuk kategori manakah saya ini.
Apakah yang selama ini saya lakukan masuk kelompok pertama, kedua, ketiga... atau yang keempat?
Visi. Apakah visi itu?
Dari berbagai sumber dijelaskan bahwa visi merupakan pandangan ke depan. Jika pandangan mata secara fisik hanya mampu melihat dengan jangkauan terbatas, maka visi adalah pandangan tanpa batas yang mampu menembus ruang dan waktu. Visi merupakan pembimbing dalam kehidupan kita.
Siapa saja yang berada di kelompok pertama, kedua, ketiga, dan keempat?
Menurut Maxwell, berdasar visinya manusia dikelompokkan menjadi 4 tingkatan, yaitu :
Lebih jauh dijelaskan bahwa orang yang tidak bervisi, umumnya akan selalu bercerita hal-hal negatif tentang orang lain dan cenderung punya sifat yang kurang empati.
Bagi mereka yang telah mampu melihat visi tetapi tidak pernah mengejarnya atau tidak mampu mengejarnya, umumnya lebih suka bercerita pada hal-hal tentang peristiwa-peristiwa yang biasa ia alami atau apa saja yang mereka lihatnya. Omongan orang ini tidak berbobot, suka membanggakan diri atau bagian dari dirinya, dan suka menyalahkan pihak lain.
Manusia pada tingkatan ketiga, mereka lebih senang berdisikusi tentang masa depan, berpikir positif, dan selalu aktif dan bersemangat. Mereka ini selalu berpemikiran bahwa apa yang ia capai hari ini adalah hasil masa lalunya ... dan apa yang ia lakukan hari ini adalah untuk masa depannya.
Pada tingkatan yang guru harus bisa menempatinya.
Guru,... ya sekali lagi guru, seseorang yang patut digugu dan ditiru, dan bukan wagu lan saru (aneh dan tak pantas dicontoh) adalah sosok yang harus mampu membaca visi dan tidak semata-mata menempati tingkatan ketiga tetapi lebih dari itu harus mampu berada pada posisi ke-4.
Harus menjadi pemimpin... pemimpin bagi diri sendiri dan bagi para siswanya.
Sebagai pemimpin bagi peserta didik, guru harus bisa membantu para siswa dalam melihat dan mewujudkan visinya. Yakinlah bahwa setiap peserta didik kita memiliki visi, dan visi yang mereka ingin wujudkan adalah cita-cita yang selama ini terukir dalam hatinya. Guru sebagai praktisi pendidikan harus mampu menjadi agen penyederhana visi jangka panjang siswa. Guru harus bisa membagi visi jangka panjang tadi menjadi visi-visi jangka pendek yang dapat dicapai para siswa.
Doa adalah visi. Ya...doa adalah visi. Karena dalam doa itu segala cita dan pengharapan ada di sana. Ketika Rasul Muhammad SAW berkata:” Mulailah dengan doa.” artinya mulailah segala kegiatan kita dengan visi.
Ketika kita berdoa kepada Allah mohon kebaikan kehidupan di dunia dan kebahagian di akherat, itu artinya kita telah menancapkan satu visi jangka panjang di kehidupan kita. Dan tentunya visi itu harus kita upayakan agar terwujud. Aktivitas mana saja yang dapat mendukung terwujudnya doa itu tadi?
Tidak setiap siswa memiliki kemampuan untuk melihat, membaca dan memecahkan misteri visi jangka panjangnya. Para siswa perlu bimbingan kita. Kepasrahan mereka dan keputusasaan mereka selama ini terhadap visinya itu lebih diakibatkan oleh karena kurang kuatnya keyakinan diri dalam mencapai visi tersebut dan sekaligus minimnya pemahaman mereka terhadap upaya-upaya untuk mewujudkannya.
Disinilah kita akan memulai membantunya, memberikan keyakinan penuh bahwa mereka mampu meraihnya. Pecahlah visi jangka panjang mereka menjadi visi jangka pendek yang bisa diraih satu persatu secara rasional. Bimbing mereka untuk menentukan target –target jangka pendek dan tunjukkan bagaimana cara mencapainya. Hanya dengan langkah seperti ini semangat mereka akan tumbuh... akhirnya visi jangka panjangnya akan tercapai.
Dan inilah sesungguhnya tugas dan tanggung jawab pahlawan tanpa tanda jasa itu... pemimpin yang digugu dan ditiru.
Wallahu’alambishowab.
Kalo ada waktu mampir lagi donk .... :)



